Bermain Biliar dan Menggapai Mimpi itu Sama
Repost
Semarang, 28 September 2015
Beberapa minggu ini saya lumayan sering bermain game biliar di facebook. Bermain game biliar lumayan menyenangankan, cukup untuk membunuh penat setelah berjam-jam mengerjakan tugas akhir. Tapi juga lumayan membuat emosi saat kalah dalam permainan. Tidak jarang, rasa kesal dan jengkel memuncak ketika dalam beberapa permainan selalu kalah. Haha biasa pemula, tidak pernah menang.
Rasa senang dan jengkel adalah rasa plus minus yang muncul pada saat bermain game biliar. Selain rasa plus minus tersebut, ternyata game biliar juga mengandung sebuah pelajaran berharga, terutama berkaitan dengan upaya dalam menggapai mimpi. Bisa saya katakan bahwa bermain biliar dan menggapai mimpi itu sama. Persamaannya dimana? Hahaha.
Game biliar terdiri dari beberapa jenis permainan: ada pool, ada english billiard dan ada carom (setidaknya ini yang saya tahu 'ngarang'). Yang saya mainkan di game biliar adalah pool delapan bola. Untuk memenangkan game pool delapan bola, saya harus memasukkan tujuh bola biasa (bola warna-warni yang bertuliskan angkat satu sampai tujuh) dan satu bola hitam bertuliskan angka delapan ke lubang. Peraturannya, saya harus memasukkan ketujuh bola biasa tersebut terlebih dahulu ke lubang, dan baru bisa memasukkan bola hitam. Jika saya bisa memasukkan ketujuh bola biasa dan dilanjutkan memasukkan bola hitam tanpa melakukan pelanggaran, saya menang.
Permasalahannya, untuk memasukkan ketujuh bola biasa dan satu bola hitam tidaklah mudah. Saya harus fokus membidik bola-bola tersebut. Kesabaran dalam membidik dan mengarah bola sangat diperlukan. Kejelian dalam melihat peluang juga menjadi hal penting yang harus dimiliki. Pemanfaatan kesempatan dan kehati-hatian menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan. Saya juga harus memastikan bahwa tusukan saya benar-benar mengarahkan bola-bola tersebut masuk ke dalam lubang.
Besar kecilnya tenaga yang dikeluarkan juga harus ditakar sebagaimana kebutuhannya. Jangan sampai besarnya tenaga yang dikeluarkan menyebabkan bola hitam atau bola putih masuk ke lubang sebelum ketujuh bola biasa masuk. Atau, jangan sampai tenaga yang dikeluarkan terlalu kecil hingga bola bidikan tidak masuk ke lubang. Tidak jarang, saya harus berpikir jernih memperhitungkan berapa besarnya tenaga yang harus saya salurkan ke tongkat biliar.
Berbagai kesulitan yang dihadapi dalam permainan biliar menuntuk saya untuk bisa menempatkan diri pada posisi yang paling baik. Jika saya mampu memposisikan diri, dapat dipastikan bahwa kemenangan ada di tangan saya. Intinya, untuk memasukkan ketujuh bola biasa dan bola hitam serta tidak melanggar aturan (memasukkan bola putih), semua harus saya lakukan dengan penuh konsistensi, totalitas dan komitmen. Jika semua itu bisa saya lakukan, saya menang!
~ ~ ~
Lantas di mana letak kesamaan antara bermain biliar dan menggapai mimpi? Hehe.
Mari kita renungkan kembali! Untuk menggapai mimpi, kita perlu melakukan loncatan-loncatan konsisten yang bermuara pada tercapainya mimpi-mimpi kita. Dalam permainan biliar, pemain dituntut memasukkan ketujuh bola biasa terlebih dahulu sebelum memasukkan bola hitam. Ketika semua itu sudah dilakukan, kita baru bisa dianggap sebagai pemenang. Begitupula menggapai mimpi, kita harus membuat titik-titik prestasi dan menyingkirkan berbagai rintangan terlebih dahulu sebelum mimpi kita tercapai.
Proses menuju tercapainya sebuah mimpi menuntut kita untuk selalu fokus pada tujuan. Kita harus sabar dalam menciptakan titik-titik prestasi. Kita harus jeli melihat peluang yang bisa menghantarkan kita menggapi mimpi-mimpi. Kita juga harus memanfaatkan kesempatan berprestasi sebaik mungkin. Kegagalan dan kekalahan harus dijadikan bekal. Tenaga, pikiran, waktu dan harga harus dialokasikan pada aktivitas yang mengarah pada tercapainya mimpi. Jangan sampai tenaga, pikiran, waktu dan harga terbuang sia-sia karena sesuatu yang absur.
Konsistensi, totalitas dan komitmen menjadi sesuatu yang harus dipegang teguh. Berdoa kepada Tuhan dan meminta restu orang tua adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Jika semua itu terpenuhi, jalan lapang nan lurus serta terang benderangnya matahari akan menghantarkan kita menggapai mimpi.