Press Release Switch Camp 2014

Repost

Semarang, 28 Maret 2014


Alhamdulillah Switch Camp 2014 telah usai. Alhamdulillah juga saya mendapatkan banyak ilmu dan teman baru selama acara. Saya ucapkan terimakasih banyak untuk 350 Indonesia yang telah menyelenggarakan Switch Camp. Semoga apa yang telah menjadi komitmen kita bersama bisa terwujud. Amin...


Berikut press release kegiatan Switch Camp 2014 dari salah satu majalah lingkungan online, Greenersmagz.com.


Yogyakarta-Sebuah gelaran aktivitas pelatihan selama empat hari telah selesai dilaksanakan oleh komunitas tiga lima puluh (350) Indonesia yang merupakan jaringan dari organisasi global 350.org. Kegiatan yang diberi nama Switch Camp ini diselenggarakan pada tanggal 20 Maret hingga 23 Maret 2014 di Wildlife Rescue Center di Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.


Switch Camp merupakan rangkaian dari gerakan Global Power Shift yang digelar diseluruh dunia oleh 350.org. Setiap negara boleh menentukan sendiri bentuk dan nama aktifitasnya asal memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan gerakan anak muda dalam rangka melawan dampak perubahan iklim. Serta mengutamakan lahirnya solusi atas permasalahan lokal yang ada di negara masing-masing penyelenggara.


Koordinator Komunitas 350 Indonesia, Syaiful Rochman, menjelaskan bahwa kegiatan Switch Camp ini baru pertama kali digelar di Indonesia. "Switch Camp bertujuan untuk menciptakan semangat gerakan lingkungan hidupyang diinisiasi oleh anak muda pada tingkat lokal di daerahnya masing-masing," jelasnya.


Ia juga menambahkan bahwa dalam sesi workshop sama sekali tidak ada yang membahas isu lingkungan secara spesifik. Seluruh pelatihan lebih mengutamakan peningkatan faktor skillware, seperti sesi Artivism (Art & Activism) yang menggali bagaimana memanfaatkan seni dalam menyampaikan kampanye lingkungan. NVDA (Non Violent Direct Action) yang mempelajari bagaimana melakukan aksi kampanye tanpa kekerasan. Sesi Media & Communications yang berdiskusi dalam hal bagaimana menyalurkan ide kampanye melalui tulisan dan mendokumentasikan kegiatan kampanye dengan baik, dan sesi Creative Resourcing yang menggali mengenai cara-cara kreatif menjaring sumber daya ataupu dana untuk memenuhi kebutuhan kampanye lingkungan.


"Tercatat sekitar 206 pendaftar dari seluruh Indonesia hanya dalam waktu 2 minggu," ujar Putri Ayu, Koordinator Pendaftaran Peserta Switch Camp Wilayah Jawa. Namun, dari total peserta yang mendaftar, panitia hanya bisa meloloskan 100 peserta karena kemampuan lokasi dan anggaran yang terbatas.


Salah satu peserta dari Jakarta, Yusuf Garuda mengaku sangat terinspirasi selama mengikuti Switch Camp. "Saya ikut sesi Artivis, dan sangat termotivasi oleh materi yang disampaikan. Saya sendiri tengah menyusun rencana untuk memberikan edukasi kepada publik mengenai permasalahan tambang batubara melalui media seni sulap," ujarnya dengan penuh semangat.


Greeners juga sempat bertemu dengan peserta dari Papua, WIlda Anna Maria Ukago yang sangat terkesan dengan Switch Camp. "Saya bertemu dengan banyak teman baru, sekarang sudah seperti saudara. Mereka sangat kreatid dalam menceritakan masalah lingkungan di masing-masing daerah. Sekarang saya tambah semangat lagi utnuk lebih memberikan kontribusi terhadap lingkungan hidup, terutama di daerah saya, Papua," jelas Wilda.