Semua Butuh Keyakinan
Repost
Semarang, 24 Agustus 2014
Dulu, ketika pertama kali diterima di forum nasional (Indonesia Youth Forum), saya berkenalan dengan seorang teman, atau lebih tepatnya seorang adik, karena saat itu saya sudah semester 3 dan dia baru kelas 3 SMA. Namanya Gita ....
Panjang ceritanya. Ketika itu kami chatting di facebook. Tanya-tanya dan berbicara panjang lebar di facebook. Sampai sekarang ada sebuah pertanyaan, yang ketika itu saya tanyakan, sampai saat ini masih saya ingat. Pertanyaannya kira-kira seperti ini,”kalau lulus dari SMA mau kuliah dimana?.” Jawab Gita, “ke UI kak.” Dari jawaban Gita saya berpikir, apa bisa si Gita benar-benar masuk UI. Sedikit meremehkan, hati saya berkata, “ah paling juga gak masuk UI. Ujung-ujungnya masuk universitas lain.”
Panjang lagi ceritanya. Sudah beberapa bulan tidak komunikasi, lebih tepatnya memang tidak pernah komunikasi, saya melihat profil facebooknya. Deeggh… Di profilnya tertulis Vokasi Komunikasi Publik, UI 2013 (saya kurang tahu tentang Komunikasi Publik). Bangga, juga kagum. Kagum karena apa yang telah dia cita-citakan dan impikan tercapai, yaitu masuk UI.
Lalu bagaimana dengan saya? Bisakah saya seperti Gita? Jawabannya “TIDAK”
Dari lulus SMA saya tidak pernah bermimpi masuk UI atau universitas lain yang lebih wow. Saya hanya berpikir bagaimana masuk universitas negeri. Pokoknya yang penting negeri.
Ada dua alasan kenapa saya tidak pernah bermimpi masuk UI atau universitas lain uang lebih wow. Alasan pertama, karena saya tidak punya keyakinan jika saya bisa masuk UI. Alasan kedua, tidak mau ambil risiko, yang penting masuk negeri supaya bisa meringankan beban orangtua.
Menyesal? Tentu.
Lalu apa? Entahlah.
Dari semua itu saya belajar beberapa hal. Pertama, semua butuh keyakinan. Untuk mencapai cita-cita dibutuhkan keyakinan lebih. Cita-cita tidak tercapai? Terus berusaha dan terus yakin jika suatu saat cita-cita tersebut bisa diraih. Kedua, butuh kerja keras. Semua hal butuh kerja keras untuk mencapainya. Tidak ada hal besar dicapai dengan kerja seadanya. Kalaupun ada, namanya beruntung. Ketiga, perlu mengambil risiko yang paling tinggi. Resiko berbanding lurus terhadap hasil; Semakin tinggi risiko, semakin besar pula hasilnya. Keempat, banyak-banyak berdoa. Berdoa adalah inti dari setiap usaha. Karena manusia tidak akan pernah terlepas dari yang maha kuasa.
Ya, hanya penyesalan dan hikmah yang bisa saya ambil. Mulai sekarang saya harus punya keyakinan. Yakin bahwa apa yang telah dicita-citakan akan tercapai. Yakin seperti Gita yang yakin bisa masuk UI. Begitupula dengan saya, saya harus yakin jika saya bisa belajar di negeri kanguru. Amiin…