Wow, Youth for Climate Camp 2013
Repost
Semarang, 20 Mei 2014
Ada satu hal yang sampai saat ini masih saya ingat, ketika itu dalam dua minggu saya harus pulang pergi Semarang-Jakarta. Seminggu sebelum saya berangkat ke Jakarta untuk ikut Youth for Climate Camp (YfCC), saya sudah di Jakarta untuk ikut National Future Educators Conference (NFEC) di Universitas Siswa Bangsa Internasiona. Rasanya itu luar biasa. Dan budgetnya juga luar biasa. Tapi ya begitu, pengorbanan berbanding lurus dengan hasil. Demi ilmu dan pergaulan yang lebih luas memang diperlukan pengorbanan. Alhamdulillah semua ada hasilnya.
YfCC sendiri diselenggarakan oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim, salah satu lembaga pemerintahan yang menangani tentang perubahan iklim (mohon koreksi). Waktu itu YfCC diselenggarakan di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, selama 3 hari 2 malam. Dan itu free. Luar biasa.
Yang tidak kalah kerennya, waktu itu ada perwakilan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). JICA ini merupakan lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang. Kerennya itu, yang asli orang Jepang, dengan kemampuan Bahasa Indonesia yang terbata-bata mereka tetap menggunakan Bahasa Indonesia dalam menyampaikan materi dan permainan. Mereka terlihat luar biasa karena apa yang mereka sampaikan sangat sederhana tetapi luar biasa berkesan. Misalnya, dalam satu kelompok diberi beberapa gambar sampah. Dari gambar-gambar tersebut masing-masing kelompok diberi tugas untuk menyusun sampah mana yang paling mudah terurai dan sampah mana yang paling sulit terurai. Setelah masing-masing kelompok diminta menjelaskan hasil diskusi. Sederhana. Tapi dari permainan yang sederhana itu ternyata masih banyak kesalahan. Dari beberapa kelompok yang benar hanya satu. Yang lain mendekati. Dari situ kami belajar tentang hal sepele tapi memiliki dampak yang luar biasa jika tidak diolah.
Untuk acara, bagi saya hampir dengan acara-acara sejenisnya. Tetap mengedepankan diskusi. Karena memang disitulah letak inti pokok dari acara nasional, yakni untuk berbagi informasi tentang berbagai permasalahan lingkungan di masing-masing daerah, nasional, maupun global. Kami juga berbagi berbagai alternatif penyelesaian masalah. Selain itu, kami juga dituntut untuk membuat sebuah inisiatif penanganan masalah lingkungan terutama tentang perubahan iklim.
Pembicaranya juga luar biasa. Waktu itu ada pendiri komunitas Diet Kantong Plastik. Lupa namanya. Sebenarnya banyak pengisi acaranya. Tapi beneran lupa haha.
Untuk materi, saya juga lupa haha. Masuk telinga kanan, keluar telingan kiri. Tapi yang pasti tidak jauh-jauh dari perubahan iklim dan jejak karbon. Ada juga tentang pemaparan proyek-proyek kreatif dari alumni maupun dari pembicara lainnya, ya seperti pendiri Diet Kantong Plastik.
Tentang apa itu jejak karbon dan bagaimana cara mengukur atau menghitung jejak karbon yang kamu hasilkan, bisa cek di laman Dewan Nasional Perubahan Iklim (dnpi.go.id).
Sekian...