Baru Merasa Jadi Mahasiswa

Repost

Semarang, 22 Desember 2014


Haha ini lucu. Mungkin hanya saya yang merasakan ini, baru merasa jadi mahasiswa setelah tujuh semester berlalu. Rutinitas di kampus tidak membuat saya merasa menjadi mahasiswa. Duduk di bangku kuliah. Mendengarkan dosen berbicara di depan. Presentasi tugas. Mengerjakan setumpuk tugas. Rutinitas itu seperti aktivitas yang berlalu begitu saja. Dengan melakukan rutinitas tersebut tidak membuat saya merasa menjadi mahasiswa. Rasanya ada yang kurang. Aktivitas di kampus tampaknya bukan apa-apa.


Aneh memang. Segudang kegiatan di kampus tidak lantas menjadi saya merasa menjadi seorang mahasiswa. Dan, baru di bulan-bulan ini saya merasa benar-benar menjadi seorang mahasiswa. Bukan karena IPK saya 4,01. Bukan juga segudang prestasi. Atau, bukan juga karena saya sudah menjadi mahasiswa berideologi tingkat dewa. Penyebabnya satu, di bulan ini sedang banyak libur, banyak waktu luang. Jadi saya bebas membaca buku sepuasnya. Buku yang saya senangi. Buku yang bagi saya menarik. Tanpa tekanan tugas. Tanpa kegiatan perkuliahan dan berbagai aktivitas di kampus. Akhirnya saya jadi seorang mahasiswa hehe.


Entah kenapa, aktivitas perkuliahan di kampus tampak tidak menarik. Berangkat ke kampus. Duduk dengarkan dosen. Ngobrol dengan teman. Mengerjakan tugas. Sungguh aktivitas yang membosankan, kecuali berorganisasi dan berdiskusi, ini beda lagi hihi. Tapi yang pasti kegiatan di kampus memang benar-benar membuat jenuh. Rasanya tidak ada yang berubah, mungkin hanya bagi saya. Atau mungkin ini karena saya bukan orang yang pandai dan cerdas, alias telmi, jadi apa yang diterangkan oleh dosen atau teman yang sedang presentasi tidak nempel di kepala. Kemungkinan besar.


Tapi yang pasti, dengan banyaknya waktu luang, saya bebas mengekpresikan keinginan saya. Salah satunya menulis dan membaca buku. Walaupun saat masih kuliah juga dituntut menulis dan membaca buku, tapi ini benar-benar beda. Jika saat masih kuliah saya harus membuat makalah dan membaca buku mata kuliah, sekarang saya lebih bisa menuangkan gagasan dan ide saya dalam bentuk karya ilmiah. Walaupun makalah juga karya ilmiah, tapi ini berbeda. Sekarang saya lebih sering mencari ide-ide baru atau mengolaborasikan ide-ide yang ada menjadi ide yang baru. Berbeda dengan membuat makalah, yang maunya dosen lebih banyak teori seabreg, yang hasilnya minim inovasi dan kreativitas. Beneran, ini beda. Hanya bagi saya mungkin hoho.


Setidaknya, sebelum saya lulus, saya benar-benar sudah merasakan menjadi seorang mahasiswa, walaupun telat. Mungkin saya memang bukan orang yang suka didekte. Mungkin juga duduk di bangku kuliah dan mendengarkan dosen bicara bukan aktivitas yang harus saya lakukan. Mungkin, lebih baik saya kuliah tapi tanpa didekte, tanpa duduk di bangku kuliah dan tanpa mendengarkan dosen bicara. Saya kira ini yang terbaik bagi saya. Ini luar biasa. #Semangat kawan hehe :(