Fase Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Repost
Semarang, 11 Februari 2015
Huuhhgg... (menghela nafas). Sering saya menghela nafas dan menepuk-nepuk dada tanda sebuah penyesalan. Pasalnya, teman-teman saya dari beberapa universitas mampu menyeimbangkan prestasi akademik (IPK cum laude) dan prestasi non akademik (karya tulis, debat, delegasi forum). Saya kagum kepada mereka, sekaligus menyesal. Kenapa saya tidak bisa seperti mereka, yang mampu mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan non akademik. Jika sudah menyesal, hanya mencaci-maki diri sendiri yang bisa saya lakukan. "Bego, goblok, tolol," dalam hati. Jika direnungkan, hati ini ngilu, merasa bodoh karena tidak bisa seperti mereka. Ujung-ujungnya hanya bisa meratapi kebodohan diri sendiri.
Setelah saya renungkan kembali, rupanya saya memang tidak bisa menyeimbangkan keduanya. Pada tahap ini (waktu kemarin dan hari ini), saya memang harus memilih salah satu. Apakah saya memberatkan akademik atau non akademik. Harus salah satu yang dipilih.
Saya yakin, ketika saya memilih akademik dunia saya akan tetap gelap. Seperti kemarin-kemari, saat SMP dan SMA, dunia saya gelap karena menganggap kompetisi hanya ada di kelas dan di sekolah. Kompetisinya sebatas berjuang memperoleh dan mempertahankan ranking. Hanya sebatas ini.
Berbeda ketika saya memilih non akademik, dunia sedikit terasa terang. Perjuangan menjadi nomor satu tidak sebatas pada lingkungan sekolah atau universitas. Tapi mulai bergeser pada area yang lebih luas: tingkat daerah; tingkat nasional; dan internasional. Namun sayangnya pada pilihan ini saya masih mengesampingkan akademik.
Tahap pemilihan akademik atau non akademik inilah yang dimaksud dengan biaya peluang (opportunity cost). Dalam ekonomi, biaya peluang diartikan sebagai biaya yang timbul akibat memilih sebuah peluang terbaik dari beberapa alternatif peluang yang tersedia. Sederhananya, ketika seseorang dihadapkan pada dua atau beberapa pilihan alternatif, maka orang tersebut harus memilih salah satu diantaranya.
Dengan demikian, saya berkesimpulan bahwa teman-teman saya yang mampu menyeimbangkan antara prestasi akademik dan non akademik adalah mereka-mereka yang sudah melalui fase biaya peluang ini. Dan saat ini saya sedang pada fase tersebut, walaupun sedikit telat. Artinya, kedepannya (dengan kesadaran ini) saya bisa menyeimbangkan antara akademik dan non akademik. Doa kan saya teman. Amiin... hehe :D <3