Masih Mencari Jalan
Repost
Semarang, 09 Februari 2015
Mimpi, ternyata ini yang menghidupi saya sampai hari ini. Ternyata mimpi juga yang menjadi ruh semangat dan tekad sampai saya bisa berdiri di titik ini. Mimpi juga yang selalu menunjukkan jalan lurus di setiap persimpangan jalan. Dan mimpi juga yang selalu menuntun saya menapaki setiap anak tangga masa depan.
Saya tidak bisa membayangkan, apa yang terjadi jika saya tidak memiliki mimpi. Mungkin hidup saya tak lebih dari debu yang beterbangan tertiup angin ke sana kemari. Tanpa mimpi mungkin saya akan rapuh bak daun yang lapuk. Tanpa mimpi mungkin saya tidak ada bedanya dengan orang gila yang tak bernalar. Alhamdulillah saya masih punya mimpi.
Namun, saya baru saja terbangun dari tidur. Ternyata jalan menggapai apa yang saya impikan masih sangat jauuuh. Masih butuh jutaan mil untuk sampai pada mimpi-mimpi itu. Masih harus naik turun tangga. Masih harus menyeberangi lautan, mendaki dan menuruni gunung. Dan tentunya masih harus melewati berbagai musim. Jauh memang, dan saya baru sadar.
Dengan jauhnya dan beratnya tantangan untuk menggapai mimpi-mimpi tersebut, saya mulai berpikir bahwa saya butuh percepatan. Jika saya hanya mengikuti ritme keberuntungan, sudah barang tentu mimpi-mimpi akan tetap jauh, atau malah akan tambah jauh, atau malahan tidak bisa saya raih. Untuk itu, saya butuh percepatan. Saya butuh jalan baru. Saya harus mencari jalan lain supaya saya tidak berlama-lama untuk menggapai mimpi-mimpi tersebut. Harus dipercepat.
Untuk mempercepat hal tersebut, kawan. Saat ini saya sedang berjuang membuat titik-titik dalam kehidupan saya. Saya bertekad bahwa di setiap satu hari, saya harus menghasikan satu titik produktivitas (prestasi). Begitu seterusnya. Sampai pada akhirnya, jika titik kehidupan tersebut ditarik garis lurus, maka akan sampai pada ujung impian terliar. Inilah yang saat ini saya kejar, membuat titik-titik dalam kehidupan. Saya yakin inilah jalan yang saya cari. Saya yakin!!! Doakan saya.