Memulai itu Sulit

Repost

Semarang, 3 Oktober 2015


Ada yang bilang kalau skripsi itu sulit. Ada juga yang bilang kalau skripsi itu mudah. Sepanjang saya mengerjakan skripsi, saya belum merasakan adanya kesulitan yang luar biasa, atau merasa terlalu mudah. Saya merasa ada bagian yang sulit dan ada juga bagian yang mudah. Sesulit-sulitnya skripsi, hanya perlu dipermudah dengan berusaha menyelesaikannya. Dan semudah-mudahnya skripsi, hanya perlu dipersulit supaya hasilnya tampak bagus.


Sesulit-sulitnya skripsi atau semudah-mudahnya skripsi tidak akan terlepas dari penyakit akut yang disebut ‘malas memulai’. Bayangkan, skripsi yang sulit akan menjadi semakin sulit jika kita tidak berusaha ‘memulai’ mengerjakan dan ‘memulai’ memecehkannya. Begitupula skripsi yang mudah, akan menjadi skripsi yang sulit jika kita tidak ‘memulai’ menyelesaikannya. Penyakit inilah yang juga menyerang saya saat mengerjakan skripsi.


Penyakit malas memulai pada dasarnya terbagi menjadi tiga stadium, yaitu malas memulai ringan, malas memulai sedang, dan malas memulai akut. Pada stadium pertama, biasanya penyakit ini kambuh pada saat seseorang sedang semangat-semangatnya mengerjakan skripsi. Disela-sela semangat seseorang tersebut kadang-kadang terselip kemalasan, tapi tidak berlangsung lama. Pada tahap ini, penyakit mulai menjangkit karena disebabkan ngantuk, ingin nonton film korea, diajak ngdate, diajak main, dll, yang semua itu sifatnya sesaat.


Penyakit malas memulai stadium ringan akan menjadi penyakit malas memulai stadium sedang jika kegiatan-kegiatan seperti ngantuk, nonton film korea, ngdate, main, dll, dilakukan secara rutin tanpa adanya pembagian waktu yang jelas dalam mengerjakan skripsi. Pada stadium ini penyakit sudah mulai berbahaya, produktifitas dalam mengerjakan skripsi menurun sampai 51%, atau lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan kontraproduktif. Penyakit masa memulai stadium sedang dapat ditekan atau diobati dengan cara mencari semangat baru, yang mengarahkan seseorang tersebut bersemangat untuk mengerjakan skripsinya kembali.


Penyakit malas memulai stadium akut adalah tahap paling berbahaya dan mematikan. Jika kita melihat ada mahasiswa abadi diatas semester sepuluh, itulah mahasiswa yang terjangkit penyakit malas memulai stadium akut. Saya tidak mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak produktif, ada kemungkinan mereka produktif di dunia kerja atau yang lainnya, namun jika dilihat dari produktifitas dalam hal skripsi, mereka bisa dikatakan terjangkit penyakit malas memulai stadium akut.


Menurut Prof. Dr. Gajebo S.Teh (2020), penyakit malas memulai tersebut tidak hanya menyerang mereka-mereka yang sedang mengerjakan tugas akhir atau skripsi, namun penyakit tersebut juga menyerang banyak orang dibanyak bidang. Menurut Prof. Dr. Gajebo S.Teh, penyakit malas memulai hanya dapat disebuhkan dengan satu cara, yaitu dengan memulai. Imbuhnya, jangan membuat sesuatu yang sulit menjadi semakin sulit dengan tidak memulai mengerjakannya. Dan jangan membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit dengan tidak mengawalinya. Jadi, mari mulai mengerjakannya!