Pulangku untuk Meminta Restumu
Repost
Semarang, 02 Januari 2015
Hari Senin besok sudah memasuki ujian akhir semester (UAS). Artinya, dua minggu lagi sudah memasuki libur semester. Biasanya, momen ini adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Waktu di mana saya dapat berkumpul dengan keluarga hampir selama sebulan penuh. Luar biasa senangnya, setelah sekitar empat bulan berjibaku dengan perkuliahan, akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga.
Namun, di tahun 2015 ini berbeda. Saya sudah memasuki semester akhir. Sudah waktunya mulai menyusun skripsi. Sudah waktunya menenggelamkan diri. Sudah waktunya all out. Sudah waktunya menunjukkan totalitas.
Dari tugas akhir yang melambai-lambai tersebut, terbersit keinginan untuk tetap tinggal di Semarang. Terlebih lagi saya belum mengajukan topik skripsi. Dan yang lebih parah, saya belum menemukan topik. Parah. Hal ini semakin membulatkan tekat saya untuk tidak pulang dilibur semester ini.
Tapi, rasanya ada yang kurang. Kurang lengkap. Dan rasa ini membuat saya bimbang, apakah harus pulang atau tetap tinggal. Jika dipikir-pikir, lebih baik tetap tinggal. Terlebih lagi keuangan semakin menipis. Ongkos PP Semarang-Lampung kan lumayan, lumayan bisa untuk makan selama satu bulan. Jadi bimbang. Pengen pulang, tapi juga pengen tetap tinggal.
Jika dipikir lebih matang lagi, skripri itu kan tidak lebih dari coretan dalam kehidupan. Ibaratnya hanya setitik. Tapi, berkumpul dengan keluarga itu adalah tumpahan tinta. Tumpahan yang melebar di atas selembar kertas. Jika ditumpuk, tumpahan tinta tersebut pastilah tembuh ke lembaran kertas berikutnya.
Jika dipikir, keluarga itu segalanya. Mumpung masih lengkap, disempat-sempatkan untuk kumpul. Sesibuk apapun, keluarga harus nomor satu karena seindah-indahnya hidup adalah ketika berkumpul dengan keluarga.
Dari pertimbangan itu, saya putuskan untuk pulang. Tidak apalah ditinggal teman-teman wisuda, yang penting bisa kumpul dengan keluarga. Untuk itu, pulangku adalah untuk meminta restumu, bapak dan ibu. Dengan restumu, semoga skripsi anakmu ini lancar, dan apa yang diimpikan anakmu ini dapat terwujud. Amin.
# :D