Sahabat Pena

Repost

Semarang, 5 September 2015


Di masa kini, kemajuan teknologi sungguh sangat membantu dalam berbagai hal. Salah satu yang paling dirasakan adalah komunikasi jarak jauh. Orang-orang kini tidak perlu lagi berinteraksi langsung, tinggal tekan tombol handphone, semua beres. Bagi yang memiliki teman, yang sudah lama tidak bertemu, teknologi dapat memfasilitasi pertemuan mereka di dunia maya, seperti melalui pertemanan facebook.


Di bidang bisnis, teknologi memberikan kemudahan dalam mempromosikan barang dagangan. Dibuktikan dengan semakin menjamurnya toko-toko virtual. Tentu hal tersebut juga memberikan kemudahan bagi konsumen dalam berbelanja. Untuk pembayaran atau transfer uang, teknologi juga memberikan kemudahan. Kini berbagai bank mengembangkan pembayaran atau transfer melalui dunia maya. Nasabah hanya perlu memiliki akses internet, maka pembayaran atau transfer dapat segera diselesaikan tanpa harus antri di lobi bank. Dan masih banyak hal positif lainnya yang didapat dari kemajuan teknologi.


Berbagai kemudahan yang ditawarkan kemajuan teknologi tidak selalu memberikan hal positif. Berbagai hal negatif pun muncul sebagai konsekuensi dari kemajuan teknologi. Pencurian data, bermunculannya situs-situs porno dan kurangnya bersosialisasi secara langsung adalah beberapa bukti dampak negatif dari kemajuan teknologi.


Berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi kadang-kadang menciptakan sebuah kejenuhan. Bosan dengan rutinitas “sapa ‘hai-hai halo’ di facebook”. Jenuh dengan pertemanan yang terbatas pada dunia maya. Sapa hangat yang dilantunkan seorang teman tidak lagi berkesan, terkesan biasa saja. Ungkapan yang lahir dari lubuk hati terdalam, yang ditransformasikan melalui ketikan huruf pada keyboard menjadi sesuatu yang basi. Berbagai hal lainnya, hal-hal yang sifatnya datang dari diri terdalam tidak lagi mengenai. Setidaknya beberapa hal tersebut yang saya rasakan.


Atas dasar kejenuhan tersebut, beberapa hari ini saya berpikir keras mencari sesuatu (bentuk komunikasi) yang dapat mengobati berbagai kebosanan dengan meminimalkan penggunaan media komunikasi seperti handphone, twitter, facebook, bbm, dan lain sebagainnya. Setelah mencari-cari, nampaknya sahabat pena adalah jawabannya. Menulis manual, menggoreskan tinta pada kertas putih, mengemas dalam amplop, mengeposkan, dan menunggu balasan, seperti menjadi kegiatan yang mengasyikan. Bercerita berbagai pengalaman, berbagi motivasi hidup, dan berbagi barang kesayangan akan menjadi hal indah dalam persahabatan yang berlandaskan sebuah pena.


Atas dasar tersebut, mungkin saja ada teman-teman yang memiliki keinginan yang sama, teman-teman bisa berkirim dan berbalas surat dengan saya. Untuk menjadi sahabat pena, teman-teman bisa “sapa-hai” terlebih dahulu lewat email. Jika “sapa-hai” sudah, tentu berbagi alamat lengkap menjadi hal penting. Setelah itu, tunggu surat dari saya. Mari menjadi sahabat pena!