Sprayman Bicara Politik
Repost
Semarang, 24 Agustus 2014
Rasa-rasanya rakyat Indonesia semakin cerdas. Hal ini terbukti dari pembicaraan bapak-bapak di warung kucingan. Ketika itu saya sedang mencari makan, lapar, sepulang magang di salah satu perusahaan di kawasan industri Semarang. Dari kejauhan sayup-sayup terdengar suara bapak-bapak yang membicarakan siapa yang akan memenangkan gugatan MK. Setelah saya duduk di warung, para bapak-bapak tersebut mulai membicarakan tentang janji-janji para capres dan cawapres jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Mereka juga membicarakan soal black campaign dan kecurangan-kecurangan yang terjadi di pilpres 2014.
Tidak jauh berbeda dengan seorang bapak yang berprofesi sebagai sprayman (istilah keren tukang cat yang menggunakan alat spraygun) di perusahaan tempat saya magang. Sehari sebelum keputusan MK, dengan antusiasnya beliau menceritakan tentang kemungkinan-kemungkinan yang bakal menjadi keputusan MK. Beliau juga berbicara daerah mana saja yang memenangkan Prabowo-Hatta dan daerah mana saja yang memenangkan Jokowi-JK. Sampai-sampai beliau juga mengomentari perilaku masing-masing calon capres dan cawapres, calon mana yang santun dan calon yang ambisius. Bahkann beliau juga mengutarakan prediksinya tentang siapa yang bakal memenangkan sidang MK, apakah Prabowo-Hatta atau KPU.
Dihari berikutnya, beberapa jam menjelang keputusan final MK saya bertemu dengan bapak tersebut. Pokok bahasannya tidak jauh berbeda dengan yang dibahas kemarin. Yang berbeda, hari itu beliau berbicara tentang kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan calon jagoannya jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Perbincanganpun sampai panjang kali lebar, sampai kemana-mana. Berbagai analisa dan prediksi terkait pilpres 2014 beliau utarakan kepada saya. Dengan antusias dan dengan penuh hormat saya pun mendengarkan dengan seksama, sembari bertanya dan menambahkan.
Dari perbincangan yang panjang tersebut, saya bertanya dari mana bapak tahu informasi sebanyak itu. Jawab bapak tersebut dari televisi dan koran. Dari situ terbukti bahwa rakyat Indonesia semakin cerdas. Rakyat sudah bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk bagi bangsanya. Tapi ada beberapa hal yang menurut saya perlu digaris bawahi saat pilpres, salah satunya peran media. Ada beberapa media yang arus informasinya tidak berimbang. Dan inilah yang menciderai pilpres 2014 dan membodohi rakyat.
Andai saja media massa bebas dari kepentingan, alangkah semakin cerdas dan semakin mudah rakyat menentukan pilihan.
#Terus kawal pemerintahan